JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Terjadinya Kiamat Menurut Islam

Tetapi yang jelas, hari kiamat tidak ada satu pun makhluk di dunia dan alam semesta termasuk para malaikat yang mengetahuinya. Sebab yang mengetahui hanyalah Khalik, Allah SWT sebagai pencipta seluruh alam semesta.


Rabu, 12 Desember 2012 Tjipto Subadi
Terjadinya Kiamat Menurut Islam

MEMASUKI Desember tahun ini, masyarakat dunia kembali memperha-tikan kalender suku Maya kuno, sebuah bangsa yang  mendiami wilayah Amerika Latin (Honduras, Elsalvador, Meksiko, Belize,  dan  Guatemala).  Suku  ini  meramalkan dunia akan kiamat pada 2012.

Ramalan kiamat  suku  Maya  (Mayan  Apocalypse)  itulah yang mengilhami pembuatan film “Deep Im-pact” dan “2012”. Memang  diperkirakan  pada  21  Desember 2012,  bumi  akan  berada  pada  keselarasan yang  tepat  dengan  matahari  dan  pusat  galaksi  “milky  way”,  suatu  peristiwa  yang  ter-jadi setiap 25.800 tahun sekali. Bangsa Maya percaya ini bisa menjadi bencana besar bagi bumi yang mengakibatkan terjadinya kiamat.

Namun,  ternyata  oleh  para  ahli  disebutkan bahwa  tanggal  itu  hanya  menandai  berakhirnya  kalender  bangsa  Maya,  bukan  akhir dari dunia atau kiamat. Selain itu, disebutkan pada Desember tahun ini sistem tatasurya matahari akan kedatangan planet Nibiru yang akan menabrak bumi  pada  21  Desember  2012.  Planet  Nibiru pertama kali ditemukan bangsa Sumeria-Mesopotamia  kuno,  yang  merupakan  plan-et  asing  di  luar  sistem  tata  surya  matahari yang  bergerak  mendekati  bumi.  Planet  Nib-iru  konon  mengorbit  matahari  setiap  3.600 tahun sekali.

Namun setelah diselidiki para ahli astronomi, ternyata kabar keberadaan planet Nibiru itu  hanya  rumor.  Sebab,  jika  memang  ada planet  Nibiru,  tentu  NASA  dan  badan  antariksa lainnya seperti LAPAN sudah mengu-mumkan jauh hari sebelumnya untuk meng-hindari  kepanikan  masyarakat  dunia  akan tabrakan  yang  begitu  dahsyat,  yang  dapat menyebabkan  kepunahan  7,5  miliar  umat manusia di bumi.

Sebab  jangankan  planet  Nibiru  yang  be-sarnya mendekati bulan, asteroid dengan di-ameter 6 mil  yang menabrak bumi 65 juta ta-hun lalu ternyata mampu menyapu bersih di-nosaurus dari permukaan bumi. Sementara tabrakan  asteroid  terakhir  yang  menyebab-kan kerusakan pada bumi terjadi pada 1908 lalu, dimana menyebabkan kebakaran hutan seluas kota Tokyo di Siberia, Rusia. Pasalnya, asteroid kecil saja dapat menyebabkan keru-sakan lebih dahsyat dari bom nuklir ukuran besar jika menabrak bumi dengan kecepatan fantastis. Memang diakui awal tahun ini ter-deteksi asteroid sebesar bus mendekati bumi hanya  berjarak  7.500  mil.  Sementara  pada November  tahun  lalu,  diamati  terdapat  as-teroid  sebesar  kapal  induk  mendekati  bumi pada jarak 210.000 kilometer. Namun, kedua asteroid itu tidak memasuki atmosfer bumi, hanya melintasi garis edar revolusi bumi.

Kiamat

NABI  Muhammad  SAW  sendiri  tidak  pernah  mengetahui  kapan  datangnya  hari  ki-amat karena merupakan rahasia Allah SWT. Nabi hanya menyebutkan tanda-tanda akan datangnya  kiamat.  Sementara  dalam  beberapa kitab fikih, para ulama menyebutkan kiamat dibagi dua, yakni kiamat sughro ‘kecil’ dan kiamat kubro ‘besar’. Kiamat sughro sudah sering dialami manusia seperti tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekerin-gan dan kelaparan, dimana semuanya men-imbulkan  korban  jiwa  besar.  Sedangkan  ki-amat kubro adalah kiamat yang sesungguh-nya dengan kehancuran dunia yang akan di-alami umat manusia nanti.
Nabi secara tepat telah menyebutkan tanda-tanda  akan  datangnya  hari  kiamat.  Kebanyakan tanda-tanda itu sekarang memang benar-benar telah terjadi tapi ada juga yang belum  terjadi.  Berbagai  tanda  akan  datangnya kiamat kubro yang sekarang telah terjadi antara lain: banyak masjid dibangun dengan megah,  banyak  terjadi  kematian  secara  tiba-tiba, bermain musik menjadi kegemaran, banyak  terjadi  perceraian  dalam  keluarga, banyak mushaf al-Quran diberi hiasan, perzinahan dilakukan secara terang-terangan dan meluas, minuman keras menjadi kegemaran. Juga  seringnya  terjadi  pelanggaran  perjanjian,  para  pengkhianat  malah  dipercaya dengan  mendapat  jabatan  sedangkan  orang amanah malah dianggap pengkhianat, pasar-pasar  (pasar  tradisional  dan  modern)  saling berdekatan,  riba  semakin  meluas,  peperangan  terjadi  dimana-mana  dan  banyak  kitab diterbitkan oleh percetakan. Sedangkan tanda-tanda akan datangnya kiamat yang belum terjadi antara lain: matahari terbit dari barat dan  terbenam  di  timur,  datangnya  Imam Mahdi  dan  Nabi  Isa  AS  pada  akhir  zaman.

Hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan, “Aku  kabarkan  berita  gembira  mengenai  al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah umatku ketika  banyak  terjadi  perselisihan  antar manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi  dengan  keadilan  dan  kejujuran  seb-agaimana  sebelumnya  dipenuhi  dengan  ke-sewanang-wenangan dan kezaliman.” (Hadis Riwayat Imam Ahmad).

Kitab  Suci  al-Quran  secara  terang  benderang  telah  menggambarkan  terjadinya  hari kiamat,  tidak  sebagaimana  yang  dipercaya orang dan digambarkan dalam film “2012”. Dalam film fiksi tersebut, digambarkan kiamat akan terjadi ketika bumi ditabrak benda angkasa luar (planet, satelit, asteroid atau meteor),  sehingga  menyebabkan  kerusakan dahsyat  dan  menyebabkan  korban  jiwa  be-sar-besaran,  sebagaimana  pernah  terjadi  di Semenanjung  Yucatan,  Mexico,  65  juta  tahun lalu yang menyebabkan musnahnya dinosaurus dari permukaan bumi.

Dalam  al-Quran  dijelaskan,  kiamat  akan terjadi  dengan  adanya  gempa  bumi  dahsyat yang  terjadi  merata  di  seluruh  permukaan bumi, baik gempa tektonik, gempa vulkanik maupun gempa runtuhan. Juga gunung-gu-nung di seluruh dunia akan meletus dengan dahsyatnya secara bersamaan. Terjadinya ki-amat akan diikuti dengan gempa bumi besar (mega  thrust),  gelombang  tsunami  raksasa menerjang pantai seluruh dunia, gunung-gu-nung meletus dahsyat dan berbagai bencana alam lainnya yang terjadi secara bersamaan.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Zal-zalah (99) ayat 1-3: “Apabila bumi digoncang-kan  dengan  goncangan  (yang  dahsyat).  Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya). Dan manusia bertanya: “Mengapa  bumi  (jadi  begini).”  Juga  disebut-kan  dalam  surat  Al-Qaari’ah  (101)  ayat  4-5: “Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran.  Dan  gunung-gunung  seperti  bulu yang dihambur-hamburkan.”

Sementara itu al-Quran juga menyebutkan terjadinya  kiamat  di  seluruh  alam  semesta, sebagaimana disebutkan dalam surat at-Tak-wir (81) ayat 1-: “Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan. Dan apabila gunung-gunung dihancurkan.”

Sebagaimana  disebutkan  dalam  al-Quran akan  adanya  kiamat  yang  terjadi  di  bumi dan kiamat yang terjadi di seluruh alam semesta, maka al-Quran menantang para ulama dan ahli astronomi untuk menerangkan secara ilmiah, apakah waktu terjadinya kedua kiamat (kehancuran bumi yang disebabkan  oleh  gempa  bumi  dahsyat  dan  kehancuran  alam  semesta  yang  disebabkan  hancurnya  matahari  dan  berjatuhan  dan  bertabrakannya  bintang  atau  matahari),  bersamaan  ataukah  berbeda  waktunya.  Tetapi yang  jelas,  hari  kiamat  tidak  ada  satu  pun makhluk di dunia dan alam semesta termasuk para malaikat yang mengetahuinya. Sebab yang mengetahui hanyalah Khalik, Allah SWT sebagai pencipta seluruh alam semesta.

Wallahu  A’lam. 

(Penulis  Dosen  Prodi  Pendidikan Geografi FKIP dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Dibaca 22800 kali

Tinggalkan komentar....
Kamis, 21 Agustus 2014 Aplikasi Teologi Menghadapi Globalisasi
Sebagai umat yang senantiasa dituntut untuk berpikir (Ulil albab), sudah seharusnya kaum muslim memahami dan menyadari akan esensi dari arus globalisasi.
Jumat, 15 Agustus 2014 Kemerdekaan, Paradigma Al-Ghalayini
Manusia sebagai Insan yang memiliki kemerdekaan secara kodrati, tentunya mampu keluar dari paradigma yang ditanamkan oleh para penjajah Eropa. Baik secara individual amaupun secara kolektif. Akan tetapi, kemerdekaan Indonesia tentunya memerlukan kerja kolektif untuk merebutnya dari tangan penjajah.
Sabtu, 2 Agustus 2014 Mengembalikan Citra “Matre” Perempuan
Banyak citra perjuangan seorang perempuan kian lama hanya sebagai sebuah formalitas dan kenangan belaka. Ketika muncul paradigma yang mengatakan bahwasanya, patrikal lebih mendominasi dari pada matritikal di kalangan masyarakat.
Jumat, 18 Juli 2014 Perempuan dan Manajemen Nafsu Konsumtif
Sudah menjadi tradisi umat muslim, terutama di Indonesia, bahwa setiap datang Ramadhan, mereka akan banyak berbelanja untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.Sebut saja, misalnya,dengan membeli pakaian, makanan, atau kebutuhan yang lain yang dianggap perlu.Belum lagi bagi yang punya kebiasaan mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, kerabat,dan sanak saudara, tentu biaya yang dikeluarkan menjadi membengkak.
Rabu, 16 Juli 2014 Meraih Lailatulkadar: Sebuah Refleksi
Pertama,al­Qur’an itu diturunkan secara langsung (dalam hal ini kepada kalbu Nabi Muhammad Saw); kedua,diturunkan secara berangsur­angsur selama 23 tahun.Kata “berangsur­angsur”, hemat penulis,layak direnungkan dalam konteks kita sebagai individu muslim. Yakni, sebagaimana diketahui bahwa turunnya al­Qur’an dimaksudkan sebagai petunjuk bagi manusia.
Minggu, 13 Juli 2014 Meredam Konflik Pasca Pilpres
Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga harus bekerja ekstra keras dan menghitung hasil pilpres 2014 sesuai dengan kertas suara yang dicoblos dan KPU harus bersikap netral, independen, jangan sampai mudah di intervensi dari kedua kubu pasangan capres-cawapres karena itu akan menodai sistem demokrasi.
Selasa, 8 Juli 2014 Akhlak Berpemilu
Dalam hal demokrasi, prinsip kesetaraan dalam memilih pemimpin menonjol dalam prinsip “one man, one vote, one value”. Suara seorang profesor dan kuli bangunan dihitung sama. Demikian juga dengan suara majikan dan buruhnya. Sehingga, dalam mekanisme kompetitif demokrasi elektoral, dukungan suara menentukan kemenangan atau keterpilihan.
Rabu, 2 Juli 2014 Keberanian Memutus Investasi Rokok
Mulai 24 Juni 2014, berlakulah aturan pencantuman peringatan kesehatan bergambar (pictorial health warning) pada kemasan rokok. Maka kini, kita dapat melihat gambar mengerikan pada bagian atas sisi depan dan belakang seluas 40% dari kemasan: mulai dari gambar kanker tenggorokan, kanker usus, rusaknya jaringan dalam tubuh hingga kesehatan organ tubuh perokok yang terlihat amat menakutkan.
Senin, 30 Juni 2014 Ramadan dan Altruisme
Puasa yang dalam bahasa Arab disebut “saum” atau “siyam” arti dasarnya adalah menahan diri. Baik itu berupa menahan diri dari makan dan minum dari pagi hingga sore, maupun menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk dan tercela. Yang pertama terkait dengan diri sendiri, yang kedua selain terkait dengan diri sendiri juga terkait dengan orang lain di sekitar. Dengan kata lain, yang pertama terkait aspek individual, yang kedua terkait aspek sosial.
Senin, 23 Juni 2014 Pesantren dan Budaya Tulis
Apabila kita mengenal pesantren, bahwasanya pesantren merupakan “Ahli Waris” khazanah intelektual Islam yang secara universal dibukukan. Ini menunjukkan bahawasanya pesantren memilki “budaya tulis” yang menjadi sebuah sandaran dari reproduksi intelektual yang sangat kaya sepanjang sejarah.
Jumat, 13 Juni 2014 Mau Di Bawa Kemana Pemilih Pemula Pilpres 2014
Pemilih pemula merupakan pemilih yang sangat potensial dalam perolehan suara pada Pemilu. Perilaku pemilih pemula memiliki karakteristik yang biasanya masih labil dan pengetahuan politik yang kurang, Kondisi tersebut dikarenakan oleh preferensi yang dijadikan sandaran dalam melakukan pemilihan cenderung tidak stabil atau mudah berubah.
Senin, 9 Juni 2014 Membedah Personalisasi Politik Capres
Politisi tentunya bukan makluk yang suci. Mereka memiliki ambisi dan hasrat yang tidak sepenuhnya bersih. Namun, panggung politik selalu menuntut sosok politisi yang tak ada cela dan bahkan mendekati kesempurnaan, karena publik terlanjur mengharapkan mereka sebagai sosok figur yang luar biasa (extra ordinary people).
Selasa, 3 Juni 2014 Pancasila dan Spirit Islam
Sila pertama ini sangat cocok dengan agama Islam yang mempunyai dasar aqidah. Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan suatu kalimat yang mencerminkan akidah yang kuat untuk membangun bangsa yang berperadaban. Sebab, segala aktivitas pembangunan dan pergaulan negara selalu didasarkan oleh nilai dan norma agama. Manusia tidak bisa lepas dengan sang penciptanya.
Senin, 26 Mei 2014 Mengawal Pilpres 2014 yang Berkualitas
Masyarakat mempunyai kewajiban untuk ikut mengawasi mekanisme pemilu agar berjalan lancar dan sesuai ketentuan, karena dengan mengikuti mekanisme yang benar dan sesuai aturan maka akan dihasilkan pemimpin beradab yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Rabu, 21 Mei 2014 Bangkitkan Nasionalisme di Negeri yang Terlelap
”Di Indonesia tempat kita, Di sana tempat berjuang kita, Di sana harus ditunjukkan keberanian, keperwiraan dan kesatriaan kita, Terutama sekali kecintaan kita pada nusa dan bangsa. Marilah kita bekerja di sana. Di tanah tumpah darah kita”.