JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

New York Terpuruk, Ekonomi Dunia Bakal Rontok

Bila ekonomi Amerika rontok, maka otomatis menjalar kepada negara-negara lain, yang selama ini menanamkan uangnya di sana – New York.


Rabu, 31 Oktober 2012 Noer Azhari
New York Terpuruk, Ekonomi Dunia Bakal Rontok

Badai Sandy yang melanda New York (NY) Amerika Serikat telah berlangsung selama 3 hari, melumpuhkan kegiatan ekonomi dunia yang berbasis di sana. Wall Street tutup selama 2 hari, akses transportasi (darat, laut, udara) lumpuh, listrik padam, membuat New York berada dalam kegelapan. Beberapa negara bagian masyarakat yang terkurung, suasana seperti di era kegelapan karena pasokan listrik terhenti. Seperti diberitakan oleh CNN, badai masih terus berlangsung (31/10/2012). Agenda penting rakyat Amerika sangat padat, terkait politik tanggal 6 November 2012 Pemilihan Presiden. Jalur yang dilalui Badai Sandi merupakan daerah yang memiliki populasi lebih dari 60 juta jiwa penduduk.

Sementara kondisi alam yang masih belum bersahabat akibat badai Sandi, dampak yang timbul langsusng adalah sosial, politik dan ekonomi di Amerika. Belum bisa di bayangkan bila badai terus berlanjut selama sepekan, muncul kekhawatiran kegiatan ekonomi akan kolaps dan Amerika Serikat terancam bangkrut. Karena 60 sampai 70 persen perputaran ekonomi Amerika berpusat di New York. Kota New York sebagai icon dunia mendapatkan julukan sebagai kota warga dunia atau megapolitan.


Sebagai kota terpenting dan tersibuk di Amerika, terlihat dari 18.000 jadwal penerbangan di kota ini. Hal ini membuat pamor NY lebih populer di banding kota Washington DC, ibukota Amerika Serikat. Hanya di kota ini aktivitas “masyarakat dunia” terkonsentrasi, mulai dari kegiatan politik dunia, dengan adanya Markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), pusat bank sentral Amerika – The Fed, pusat perbankan dunia World Bank & IMF, hingga bursa saham dan Valuta Asing. Masyarakat pengusaha Amerika dan sebagian pengusaha dunia mengelola perusahaan di kota ini.

Ketika opini ini dibuat, Pasar bursa Wall Street dikabarkan telah dibuka, tetapi hanya melalui media elektronik – internet. Harga saham S&P, Nasdaq, Dow Jones mulai kembali bergerak. Seperti yang dilaporkan oleh CNNMoney dan Wall Street Journal.

Houston, Texas Sebagai kota “Cadangan Pertahanan” Ekonomi

Efek domino dari lumpuhnya New York, bila badai Sandy terus menerus mengepung wilayah basis ekonomi Amerika, bisa dipastikan akan menghambat bagi pergerakan dan pertumbuhan kegiatan produksi barang dan jasa di sana. Setidaknya, jutaan rakyat New York untuk sementara akan kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan mereka. Dan tentu saja hal ini akan membebani Anggaran Belanja Amerika, meski pun setiap tahun pemerintah telah menyediakan milyaran US dollar sebagai alokasi dana bencana alam di dalam negeri.   

Perubahan drastis terhadap gangguan ekonomi akibat hantaman badai Sandy, memang untuk jangka pendek belum terasa dampaknya. Karena bisa diakali oleh para konglomerat dan bankir Amerika, yang sejak lama telah membangun Houston, Texas, sebagai kota “cadangan pertahanan” ekonomi Amerika. Ketika kantor mereka di New York mendapatkan masalah atau gangguan, secara teknis mereka memindahkan kantor operasional perusahaan ke kota Cowboy ini.

Publik dunia bisa saja dikelabui oleh opini para bankir Amerika, bahwa kondisi ekonomi mereka baik-baik saja setelah dihantam badai Sandy. Segi positifnya, masyarakat dunia tidak menjadi cemas akan kolapsnya sistem kapitalis global, untuk sementara waktu. Tapi ini seperti menyembunyikan bom atom yang labil,  yang bila tersentuh atau tergerak sedikit saja, dapat segera meledak dahsyat, menghancurkan dan merobohkan pilar-pilar ekonomi kapitalis global.

Bila ekonomi Amerika rontok, maka otomatis menjalar kepada negara-negara lain, yang selama ini menanamkan uangnya di sana – New York. Negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab juga banyak negara lain, akan merasakan dampak langsung dari runtuhnya ekonomi pasca badai Sandy ini. Uang mereka yang tersimpan di sana, berupa saham, obligasi, catatan perbankan dan sebagainya, terancam di blokir – di endapkan untuk sementara waktu, sambil menunggu pulihnya keadaan ekonomi Amerika.

Kemudian berturut-turut akan berdampak mempengaruhi negara-negara pengekspor produk barang dan jasa ke Amerika, seperti negara pengeksport minyak, bahan pangan, tekstil, bahan baku industri dan sebagainya. Ekonomi dunia, yang terkait dengan sistem kapitalis global ini praktis akan sekarat. Juga akan berdampak buruk bagi negara-negara yang ekonominya bergantung dari donasi belas kasihan Amerika seperti Israel.

Dengan adanya badai Sandy, prediksi Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS, beberapa waktu yang lalu segera menjadi kenyataan: 10 tahun lagi negara Israel akan lenyap dari peta dunia, bahkan prediksinya dapat lebih cepat dari itu.

Penulis adalah Dewan Redaksi PelitaOnline.com

Dibaca 916 kali

Tinggalkan komentar....
Jumat, 18 Juli 2014 Perempuan dan Manajemen Nafsu Konsumtif
Sudah menjadi tradisi umat muslim, terutama di Indonesia, bahwa setiap datang Ramadhan, mereka akan banyak berbelanja untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.Sebut saja, misalnya,dengan membeli pakaian, makanan, atau kebutuhan yang lain yang dianggap perlu.Belum lagi bagi yang punya kebiasaan mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, kerabat,dan sanak saudara, tentu biaya yang dikeluarkan menjadi membengkak.
Rabu, 16 Juli 2014 Meraih Lailatulkadar: Sebuah Refleksi
Pertama,al­Qur’an itu diturunkan secara langsung (dalam hal ini kepada kalbu Nabi Muhammad Saw); kedua,diturunkan secara berangsur­angsur selama 23 tahun.Kata “berangsur­angsur”, hemat penulis,layak direnungkan dalam konteks kita sebagai individu muslim. Yakni, sebagaimana diketahui bahwa turunnya al­Qur’an dimaksudkan sebagai petunjuk bagi manusia.
Minggu, 13 Juli 2014 Meredam Konflik Pasca Pilpres
Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga harus bekerja ekstra keras dan menghitung hasil pilpres 2014 sesuai dengan kertas suara yang dicoblos dan KPU harus bersikap netral, independen, jangan sampai mudah di intervensi dari kedua kubu pasangan capres-cawapres karena itu akan menodai sistem demokrasi.
Selasa, 8 Juli 2014 Akhlak Berpemilu
Dalam hal demokrasi, prinsip kesetaraan dalam memilih pemimpin menonjol dalam prinsip “one man, one vote, one value”. Suara seorang profesor dan kuli bangunan dihitung sama. Demikian juga dengan suara majikan dan buruhnya. Sehingga, dalam mekanisme kompetitif demokrasi elektoral, dukungan suara menentukan kemenangan atau keterpilihan.
Rabu, 2 Juli 2014 Keberanian Memutus Investasi Rokok
Mulai 24 Juni 2014, berlakulah aturan pencantuman peringatan kesehatan bergambar (pictorial health warning) pada kemasan rokok. Maka kini, kita dapat melihat gambar mengerikan pada bagian atas sisi depan dan belakang seluas 40% dari kemasan: mulai dari gambar kanker tenggorokan, kanker usus, rusaknya jaringan dalam tubuh hingga kesehatan organ tubuh perokok yang terlihat amat menakutkan.
Senin, 30 Juni 2014 Ramadan dan Altruisme
Puasa yang dalam bahasa Arab disebut “saum” atau “siyam” arti dasarnya adalah menahan diri. Baik itu berupa menahan diri dari makan dan minum dari pagi hingga sore, maupun menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk dan tercela. Yang pertama terkait dengan diri sendiri, yang kedua selain terkait dengan diri sendiri juga terkait dengan orang lain di sekitar. Dengan kata lain, yang pertama terkait aspek individual, yang kedua terkait aspek sosial.
Senin, 23 Juni 2014 Pesantren dan Budaya Tulis
Apabila kita mengenal pesantren, bahwasanya pesantren merupakan “Ahli Waris” khazanah intelektual Islam yang secara universal dibukukan. Ini menunjukkan bahawasanya pesantren memilki “budaya tulis” yang menjadi sebuah sandaran dari reproduksi intelektual yang sangat kaya sepanjang sejarah.
Jumat, 13 Juni 2014 Mau Di Bawa Kemana Pemilih Pemula Pilpres 2014
Pemilih pemula merupakan pemilih yang sangat potensial dalam perolehan suara pada Pemilu. Perilaku pemilih pemula memiliki karakteristik yang biasanya masih labil dan pengetahuan politik yang kurang, Kondisi tersebut dikarenakan oleh preferensi yang dijadikan sandaran dalam melakukan pemilihan cenderung tidak stabil atau mudah berubah.
Senin, 9 Juni 2014 Membedah Personalisasi Politik Capres
Politisi tentunya bukan makluk yang suci. Mereka memiliki ambisi dan hasrat yang tidak sepenuhnya bersih. Namun, panggung politik selalu menuntut sosok politisi yang tak ada cela dan bahkan mendekati kesempurnaan, karena publik terlanjur mengharapkan mereka sebagai sosok figur yang luar biasa (extra ordinary people).
Selasa, 3 Juni 2014 Pancasila dan Spirit Islam
Sila pertama ini sangat cocok dengan agama Islam yang mempunyai dasar aqidah. Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan suatu kalimat yang mencerminkan akidah yang kuat untuk membangun bangsa yang berperadaban. Sebab, segala aktivitas pembangunan dan pergaulan negara selalu didasarkan oleh nilai dan norma agama. Manusia tidak bisa lepas dengan sang penciptanya.
Senin, 26 Mei 2014 Mengawal Pilpres 2014 yang Berkualitas
Masyarakat mempunyai kewajiban untuk ikut mengawasi mekanisme pemilu agar berjalan lancar dan sesuai ketentuan, karena dengan mengikuti mekanisme yang benar dan sesuai aturan maka akan dihasilkan pemimpin beradab yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Rabu, 21 Mei 2014 Bangkitkan Nasionalisme di Negeri yang Terlelap
”Di Indonesia tempat kita, Di sana tempat berjuang kita, Di sana harus ditunjukkan keberanian, keperwiraan dan kesatriaan kita, Terutama sekali kecintaan kita pada nusa dan bangsa. Marilah kita bekerja di sana. Di tanah tumpah darah kita”.
Minggu, 4 Mei 2014 Krisis Pemimpin Asertif
Jika pemimpinya baik dan peduli terhadap permasalahan negara dan rakyatnya, maka akan terwujud negara yang makmur dan sejahtera pula. Akan tetapi, jika yang terjadi sebaliknya, maka kita tinggal menunggu bobrok dan hancurnya negara tersebut.
Rabu, 30 April 2014 Cara Positif Memperingati Hari Buruh
Para pekerja lebih memilih untuk menghabiskan waktu libur pada 1 Mei dengan melakukan aksi unjuk rasa adalah minimnya pemahaman mengenai Hari Buruh Internasional.
Senin, 28 April 2014 Mendidik Rakyat Memperkuat Jati Diri Dan Partisipasi
Kita ingin menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang demokratis, menghargai pendapat orang lain secara terhormat. Bangsa yang dalam penghargaan yang demokratis itu bukan saja menghargai, tetapi memberikan ruang gerak yang sangat terhormat mempertimbangkan setiap pendapat dalam tatanan demokratis yang diunggulkan.